Sunday, February 3, 2019

Tantangan Menjadi Guru Di Era Milenial

Erviana/jasminerviana@gmail.com

sumber : Google.com
Pahlawan tanpa tanda jasa adalah penghormatan yang luar biasa untuk mereka yang berprofesi sebagai guru. Guru tidak hanya sekedar memberikan ilmu, tapi juga memberikan banyak sekali pelajaran hidup yang dapat membantu kita menjadi lebih baik dalam akademik maupun berkepribadian. Oleh karena itu, sudah sepantasnya guru mendapatkan apresiasi dalam peranannya menyukseskan tujuan pendidikan.
Di era milenial seperti saat ini, tantangan guru semakin besar. Guru dituntut untuk lebih terbuka dalam berfikir dan mengambil sikap terhadap segala perubahan lingkup pendidikan termasuk didalamnya adalah peserta didik. Peserta didik yang tergolong generasi z atau generasi milenial sangat jauh berbeda dengan generasi terdahulunya. Mereka memiliki kecenderungan ‘bebas’ dan ‘praktis’. Hal ini semakin bertentangan dengan kodrat peserta didik yang dididik untuk menjadi patuh, disiplin, dan taat pada segala peraturan termasuk perintah guru.  Jika dahulu tidak mengerjakan PR akan dihukum berdiri di depan kelas, sekarang guru harus memberikan alternative hukuman yang lebih edukatif. Jika hukuman berdiri di depan kelas itu dianggap salah satu hal yang akan membuat peserta didik kapok atau jera, maka itu salah. Hukuman seperti itu memang masih bisa diberlakukan tapi tidak memberikan dampak yang signifikann dalam mempengaruhi perilaku anak milenial. Dalam kasus ini, guru bisa ‘menghukum’ dengan menyuruh peserta didik tersebut untuk mengerjakan soal di depan kelas dan menjelaskan, jika ia tidak bisa guru bisa membantunya untuk membuka diskusi kelas bersama.
Hal di atas hanya salah satu contoh tantangan seorang guru di era milenial. Ada banyak sekali tantangan yang harus dihadapi seorang guru untuk benar-benar berhasil mengemban tujuan pendidikan nasional. Dalam hal ini, guru harus selalu siap untuk melakukan evaluasi dan perbaikan diri atas kompetensi pedagogik, sosial, keperibadian, dan professional. Dalam pengembangan tiap kompetensi tersebut, akan semakin mudah dilakukan jika didukung dengan penguasaan teknologi dan informasi serta keikhlasan. Penguasaan teknologi informasi akan mempermudah guru mengetahui perkembangan dunia pendidikan secara luas. Keikhlasan adalah kunci kekuatan guru untuk menjalankan profesinya sebagai pendidik bangsa maupun pribadi yang bersyukur dan positif.

No comments:

Post a Comment

Silahkan suarakan idemu setelah membaca tulisan di atas. terimakasih