Tantangan Menjadi Guru Di Era Milenial
Erviana/jasminerviana@gmail.com
![]() |
| sumber : Google.com |
Di era milenial seperti saat ini, tantangan guru
semakin besar. Guru dituntut untuk lebih terbuka dalam berfikir dan mengambil
sikap terhadap segala perubahan lingkup pendidikan termasuk didalamnya adalah
peserta didik. Peserta didik yang tergolong generasi z atau generasi milenial
sangat jauh berbeda dengan generasi terdahulunya. Mereka memiliki kecenderungan
‘bebas’ dan ‘praktis’. Hal ini semakin bertentangan dengan kodrat peserta didik
yang dididik untuk menjadi patuh, disiplin, dan taat pada segala peraturan
termasuk perintah guru. Jika dahulu
tidak mengerjakan PR akan dihukum berdiri di depan kelas, sekarang guru harus
memberikan alternative hukuman yang lebih edukatif. Jika hukuman berdiri di
depan kelas itu dianggap salah satu hal yang akan membuat peserta didik kapok
atau jera, maka itu salah. Hukuman seperti itu memang masih bisa diberlakukan
tapi tidak memberikan dampak yang signifikann dalam mempengaruhi perilaku anak
milenial. Dalam kasus ini, guru bisa ‘menghukum’ dengan menyuruh peserta didik
tersebut untuk mengerjakan soal di depan kelas dan menjelaskan, jika ia tidak
bisa guru bisa membantunya untuk membuka diskusi kelas bersama.
Hal di atas hanya salah satu contoh tantangan
seorang guru di era milenial. Ada banyak sekali tantangan yang harus dihadapi
seorang guru untuk benar-benar berhasil mengemban tujuan pendidikan nasional.
Dalam hal ini, guru harus selalu siap untuk melakukan evaluasi dan perbaikan
diri atas kompetensi pedagogik, sosial, keperibadian, dan professional. Dalam
pengembangan tiap kompetensi tersebut, akan semakin mudah dilakukan jika
didukung dengan penguasaan teknologi dan informasi serta keikhlasan. Penguasaan
teknologi informasi akan mempermudah guru mengetahui perkembangan dunia
pendidikan secara luas. Keikhlasan adalah kunci kekuatan guru untuk menjalankan
profesinya sebagai pendidik bangsa maupun pribadi yang bersyukur dan positif.

No comments:
Post a Comment
Silahkan suarakan idemu setelah membaca tulisan di atas. terimakasih