MEMBUAT
INDONESIA BERSIH DENGAN TANGAN KREATIF
Erviana
Universitas
Negeri Malang
Keindahan,
kekayaan, dan keberagaman sumber daya alam di Indonesia sudah tidak diragukan lagi
kebenarannya. Letak geografis yang strategis menunjukkan betapa kaya Indonesia
akan sumber daya alam dengan segala flora, fauna dan potensi hidrografis dan
deposit sumber alamnya yang melimpah. Sumber daya alam Indonesia berasal dari
pertanian, kehutanan, kelautan dan perikanan, peternakan, perkebunan serta
pertambangan dan energi. Tak heran bila ada ungkapan “Gemah Ripah Loh Jinawi ” yang menggambarkan bumi Indonesia yang tenteram
dan makmur serta sangat subur tanahnya.
Sebagai
orang Indonesia tentu kita bangga bisa hidup di negara yang memiliki sedemikian
banyak potensi alam yang bisa dimanfaatkan untuk kehidupan. Merawat dan
melestarikan lingkungan tentu sudah menjadi kewajiban kita bersama agar tidak
hanya kita, namun generasi masa mendatang juga dapat menikmati nikmat Tuhan
yang diturunkan di tanah Indonesia.
Terkait hal tersebut, kita perlu merenungkan
riset Jenna R Jambeck dan kawan-kawan (publikasi di www.sciencemag.org 12
Februari 2015) yang menyebutkan Indonesia berada di posisi kedua penyumbang
sampah plastik ke laut setelah Tiongkok, disusul Filipina, Vietnam, dan Sri
Lanka. Hal tersebut didukung
dengan adanya data dari KLHK (publikasi www.cnnindonesia.com Selasa, 23/02/2016 07:01 WIB) yang menyebut plastik hasil dari 100 toko atau anggota
Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) dalam waktu satu tahun saja, sudah
mencapai 10,95 juta lembar sampah kantong plastik. Jumlah
itu ternyata setara dengan luasan 65,7 hektare kantong plastik atau sekitar 60
kali luas lapangan sepak bola. Padahal, KLHK menargetkan pengurangan sampah plastik
lebih dari 1,9 juta ton hingga 2019. Dirjen
Pengelolan Sampah, Limbah, dan B3 KLHK Tuti Hendrawati Mintarsih menyebut total
jumlah sampah Indonesia di 2019 akan mencapai 68 juta ton, dan sampah plastik
diperkirakan akan mencapai 9,52 juta ton atau 14 persen dari total sampah yang
ada. Menurutnya, target pengurangan
timbunan sampah secara keseluruhan sampai dengan 2019 adalah 25 persen,
sedangkan 75 persen penanganan sampahnya dengan cara 'composting' dan daur
ulang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Realita
tesebut hanyalah satu dari banyaknya masalah sampah yang ada di Indonesia. Banyak keluhan masyarakat mengenai sampah
sudah sering disuarakan kepada pemerintah daerahnya masing-masing. Namun
sayang, keluhan tersebut berakhir tidak jelas dan juga tidak banyak inovasi
yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan persoalan sampah yang ada khususnya di
daerah perkotaan. Mungkin kita bisa menutup hidung dan mulut menghadapi sampah yang
mencemari lingkungan sekitar kita, tapi kita tidak bisa menutup mata bahwa
fakta-fakta tersebut ada karena kurangnya kepedulian kita terhadap lingkungan
sendiri. Kita harus mulai sadar bahwa masalah sampah di Indonesia saat ini sudah
mencapai level darurat.
Membuat
Indonesia bersih dari sampah, bukanlah tanggungjawab pemerintah semata.
Mengingat pembuat, penghasil, dan penyebar sampah adalah setiap manusia. Maka alangkah
bijaknya jika setiap orang menyadari pentingnya mengelola sampah dengan baik untuk
mewujudkan Indonesia yang bersih dan sehat.
Sampah
berhubungan langsung dengan gaya hidup manusia. Gaya hidup konsumtif selain
merugikan manusia secara materi juga merugikan lingkungan karena semakin
memperbanyak jumlah sampah. Sampah rumah tangga adalah sampah yang bekaitan
langsung dengan gaya hidup kita sehari-hari. Sampah organik dan nonorganik
merupakan sampah yang menurut jenisnya bisa kita kelola secara mandiri. Artinya
sampah-sampah ini dapat kita olah agar memiliki nilai guna atau hasil guna menggunakan
tindakan tangan kreatif. Hasil dari pengelolaan sampah dengan kreatifitas dapat
menyelematkan kita dari banyaknya dampak buruk yang ditimbulkan sampah. Selain
itu mewujudkan Indonesia bersih tidaklah menjadi mimpi semata jika kita
bertindak kreatif, konsisten, membuang
sampah pada tempat sampah dan melakukannya dari sekarang.
Mengenal Lingkungan
Bersih dengan Deteksi Sampah
Ciri
lingkungan bersih yang utama adalah tidak adanya sampah yang tidak pada
tempatnya. Menurut Riyadi (1986) sampah dalam ilmu kesehatan lingkungan
sebenarnya hanya sebagian dari benda atau hal-hal yang dipandang tidak dapat
digunakan lagi, tidak dipakai, tidak disenangi, atau harus dibuang sedemikian rupa sehingga tidak sampai
mengganggu kelangsungan hidup. Selanjutnya Widyadmoko (2002)
mendefinisikan sampah rumah tangga adalah sampah yang berasal dari kegiatan
rumah tangga yang terdiri dari berbagai macam jenis sampah. Mendeteksi
keberadaan sampah sendiri dapat dimulai dari lingkungan kecil seperti rumah.
Rumah yang bersih tentu akan membuat nyaman dan sehat penghuninya. Tapi bisa
juga akan menjadi sumber penyakit, apabila penghuni rumah acuh terhadap kondisi
lingkungan mereka yang penuh sampah.
Lingkungan bersih dapat diciptakan dengan
pola hidup sehat dan bersih. Sampah setidaknya dapat dikelola dengan 4 cara
yaitu Reduce, Reuse, Recycle, dan Replace. Keempat metode tersebut akan sangat
lebih efektif apabila kita melakukan metode prefentif dan kreatif.
Metode
prefentif dan kreatif adalah metode pencegahan atau penghematan dengan berfikir
dan bertindak kreatif dalam penggunaan barang – barang yang menjadi calon
sampah. Bisa dibilang “Jangan Menyampahkan Sampah”. Maksudnya kita bisa
mencegah hidupnya sampah dengan berfikir seribu kali jika ingin menggunakan
material plastik. Jangan berfikir pemanfaatan sebelum penggunaan, tapi berfikir
ulang penggunaannya sebelum pemanfaatannya. Jika kita berbelanja di swalayan,
kantong plastik memang sangat bermanfaat untuk membawa barang belanjaan.
Sekalipun kantong plastik tersebut bisa kita kelola dengan metode 4R, tapi
tidak menutup kemungkinan kantong plastik hanyalah sampah baru dalam lingkungan
kita. Sehingga akan lebih bijaksana apabila kita bertangan kreatif menggunakan
metode prefentif dengan membawa tas
sendiri kemanapun kita pergi. Jika tidak sempat membawa, kita bisa membawa
barang belanjaan dengan tangan kita sendiri jika itu memungkinkan. Hal
sederhana untuk mewujudkan lingkungan bersih ini didukung pula oleh pemerintah
dengan istilah Go Green, Gerakan Indonesia Bebas Sampah 2020, juga pecinta
lingkungan yang merespon dengan istilah Zero Plastic.
Bagaimanapun
istilah atau tindakan yang digunakan pemerintah, pecinta lingkungan, ataupun
orang lain untuk mewujudkan Indonesia bersih adalah sinyal S.O.S yang
membutuhkan kontribusi kita dalam pelaksanaannya secara cepat. Mengingat sudah
banyak masalah yang disebabkan oleh sampah yang kita buat. Jika kita tetap
acuh, maka kita dinyatakan rela untuk kehilangan generasi manusia yang akan
datang, rela untuk hidup dengan penuh penyakit dan penuh penderitaan, rela
untuk kehilangan flora dan fauna, bahkan rela untuk meninggal lebih cepat.
Jika
kita pernah menonton film documenter “Trashed” yang disutradarai Candida Brady,
kita akan tahu bahwa sebenarnya masalah sampah tidak hanya terjadi di Indonesia
melainkan sudah menjadi masalah global. Ini berarti seluruh dunia sudah merasakan dampak buruk dari perilaku
manusia sendiri yang gemar menyampah. Jika kita mengeluh bahwa lingkungan di
rumah, sekolah, tempat umum, tempat wisata atau dimanapun itu kotor, tidak
higienis, bahkan menjijikkan, rasanya kita perlu merenungkan pula sebuah
pernyataan dari Eldridge Cleve bahwa "Jika kita bukan bagian dari solusi,
maka kita adalah bagian dari masalah".
Setelah
melakukan metode prefentif dan kreatif, kita bisa melanjutkan deteksi sampah
pada lingkungan sekitar. Apabila memang lingkungan kita terdeteksi sampah yang
tidak hanya mengganggu kenyamanan melainkan sudah mempengaruhi kesehatan kita
maka kita harus bertindak cepat dengan mengelolanya dengan metode 4R secara
kreatif.
Mewujudkan Indonesia
Bersih dengan Tangan Kreatif
Langkah pertama setelah deteksi sampah, kita
perlu menggolongkan sampah menurut jenisnya. Secara garis besar, sampah
dibedakan menjadi tiga jenis yaitu: 1) Sampah Anorganik/kering, contoh : logam,
besi, kaleng, plastik, karet, botol, dll yang tidak dapat mengalami pembususkan
secara alami. 2) Sampah organik / basah, contoh : Sampah dapur, sampah
restoran, sisa sayuran, rempah-rempah atau sisa buah dll yang dapat mengalami
pembusukan secara alami. 3) Sampah berbahaya, contoh : Baterai, botol racun
nyamuk, jarum suntik bekas dan lain-lain.
Berdasarkan jenis dan sumbernya sampah dapat
dibedakan atas beberapa bagian. Menurut Murthadjo (1997), sampah
diklasifikasikan atas sampah domestik, sampah komersial, sampah industri dan
limbah. Secara rinci uraiannya adalah sebagai berikut: 1) Sampah domestik,
yaitu sampah yang berasal dari pemukiman masyarakat. Jenis limbah ini sangat
beragam tetapi pada umumnya berupa sampah dapur. 2) Sampah komersial, yaitu
sampah yang berasal dari lingkungan perdagangan atau jasa komersial baik
warung, toko maupun pasar. 3) Sampah industri, yaitu sampah yang berasal dari
buangan proses industri. Oleh karena itu, jenis, jumlah dan komposisi limbah
tergantung pada jenis industrinya. 4) Limbah yang berasal dari selain yang
disebutkan di atas, misalnya limbah dari pertambangan, pertanian dan bencana
alam.
Selain mengelompokkan jenis – jenis sampah
rumah tangga, Widyadmoko (2002) juga mengelompokkan sampah sebagai berikut : 1)
Sampah komersil yaitu sampah yang berasal dari pasar, pertokoan, rumah makan,
tempat hiburan, penginapan, bengkel, kios, dan sebagainya. 2) Sampah bangunan,
yaitu sampah yang berasal dari kegiatan pembangunan termasuk pemugaran dan
pembongkaran suatu bangunan, seperti semen, kayu, batu bata dan sebagainya. 3) Sampah
fasilitas umum, yaitu sampah yang berasal dari
pembersihan dan penyapuan jalan,
trotoar, taman lapangan, tempat rekreasi dan fasilitas umum lainnya. Terkait
hal tersebut Leonardo (1990) mengatakan bahwa limbah padat merupakan salah satu
bentuk limbah yang terdapat di lingkungan masyarakat, orang awam menyebutnya
dengan sampah.
Manfaat dari mempelajari jenis-jenis sampah
adalah membuat kita mengerti bagaimana cara mengelola sampah sesuai sifat dari
jenisnya. Misal sampah organik seperti sisa makanan, guguran dedaunan atau
patahan ranting yang ada di kebun atau taman, kotoran hewan ternak dan
sebagainya akan mudah mengalami penguraian alami. Kita bisa segera
memanfaatkannya dengan menjadikannya pupuk kompos. Sedangkan non organik
membutuhkan daya urai yang sangat lama hingga berjuta-juta tahun. Karenanya
perlu campur tangan manusia untuk mengurainya ataupun memanfaatkan kembali
sampah menjadi barang yang berguna.
Kegiatan penanganan sampah menurut UU No.18
Tahun 2008 telah diuraikan secara jelas yaitu meliputi : 1) Pemilahan dalam
bentuk pengelompokan dan pemisahan sampah sesuai dengan jenis, jumlah, dan
sifat sampah.
2) Pengumpulan dalam bentuk pengambilan dan
pemindahan sampah dari sumber sampah ke tempat penampungan sementara atau
tempat pengolahan sampah terpadu. 3) Pengangkutan dalam bentuk membawa sampah
dari sumber dan/atau dari tempat penampungan sampah sementara atau dari tempat
pengolahan sampah terpadu menuju ke tempat pemrosesan akhir.
4) Pengolahan dalam bentuk mengubah
karakteristik, komposisi, dan jumlah sampah.5) Pemrosesan akhir sampah dalam
bentuk pengembalian sampah dan/atau residu hasil pengolahan sebelumnya ke media
lingkungan secara aman.
Partisipasi
masyarakat dalam pengelolaan sampah merupakan aspek yang terpenting untuk
diperhatikan dalam sistem pengelolaan sampah secara terpadu. Pengelolaan sampah
yang baik dan benar akan mempercepat proses kerja pengolah sampah di TPS dan
polusi sampah bisa segera teratasi.
Indonesia
memiliki jumlah penduduk yang sangat besar dengan potensi unik masing-masing.
Banyak sekali tangan kreatif mereka yang sudah mengelola sampah menjadi barang
yang bermanfaat bahkan menjadi pendorong perekononmian. Tentu kita adalah
bagian dari mereka yang memiliki potensi terbaik dalam memanfaatkan sebaik
mungkin sampah di sekitar kita untuk mewujudkan Indonesia bersih sekaligus
menjadi solusi dari permasalahan sampah di dunia.
Jika
kita sudah mengenal sampah dari karakteristiknya, kita akan memasukkan
kreatifitas dalam pengelolaannya. Tentu saja ini berhubungan langsung dengan
metode 4R. Tangan kreatif tidaklah melulu dimiliki oleh mereka yang berjiwa
seni tinggi. Kreatif atau kreatifitas adalah milik mereka yang mau berfikir dan
berusaha. Bukankah sebagai manusia kita juga selalu berfikir dan berusaha? Jadi
tidak akan sulit untuk menjadi kreatif dalam mengolah ataupun mengelola sampah.
Selain itu mengenal sampah dari sumbernya, akan memudahkan kita dalam
menerapkan kreatifitas tersebut. Sampah dari sumbernya berkaitan langsung
terhadap pekerjaan atau profesi kita. Sehingga akan lebih menyenangkan dan
mudah dilakukan lagi jika kita bisa menerapkan kreatifitas dalam mengolah
sampah apabila sesuai dengan status maupun pekerjaan kita. Sampah yang bersumber
dari peternakan berhubungan langsung dengan kita yang bekerja sebagai peternak,
sampah rumah tangga bersumber dari kita yang berstatus ibu rumah tangga dengan
penghuni rumah lainnya yang bekerja sesuai dengan lingkupnya masing-masing, dan
masih banyak lagi. Pepatah mengatakan sambil menyelam minum air, kreatifitas
yang dikembangkan akan memunculkan banyak barang bermanfaat sebagai penunjang
penyampaian tujuan sekaligus sarana edukatif dalam menggalakkan program peduli
lingkungan. Berikut hal-hal yang dapat dilakukan atau dibuat oleh tangan
kreatif dalam pengelolaan sampah dengan bermetode 4R sesuai dengan pekerjaan
yang dicintainya.
Bekerja sebagai tenaga pendidik yang cinta
pendidikan
Tenaga
pendidik dapat berarti siapa saja yang memiliki tujuan mendidik para peserta
didik dengan sarana atau prasarana, metode dan komunikasi edukatif. Kita ambil
contoh guru atau orang tua. Dalam penyampaian materi edukatifnya akan lebih
menarik anak-anak dengan menggunakan sebuah media yang lucu, khas anak-anak,
menyenangkan, aman, dan tentunya edukatif. Sampah yang bisa diolah oleh tangan
kreatif tenaga pendidik adalah sebagai berikut : 1) Kertas bekas; dimanfaatkan
untuk belajar origami, papercraft, berkreasi
membuat seni rupa tiga dimensi seperti robot, bunga, vas, tempat pensil,
bingkai foto, hiasan dinding, tempat sampah, celengan, miniatur, tas, bungkus
kado, boneka, dll. 2) Sampah berbahan plastik seperti botol air mineral dapat
dikreasikan menjadi pot bunga, hiasan ruangan, dsb. Kantong plastik dan bungkus
makanan ringan juga dapat diolah menjadi kerajinan tangan yang bernilai guna.
3) Sampah berbahan keras seperti logam, kaca, beling, keramik, besi dsb, cukup
berbahaya untuk anak kecil. Maka dari itu kita cukup mempraktekkan cara
pengelolaan sampah jenis ini sembari menjelaskan manfaat dari kegiatan yang
kita lakukan. Misal kita membuat pagar kecil atau pembatas taman dengan
menggunakan gantungan baju dari besi, botol kecap atau sirup bisa kita buat
menjadi vas, tempat foto atau lampu, hiasan rumah, dsb. Mendengar dan mengamati
cukup berhasil menggugah daya pikir anak untuk bisa ikut kreatif sekalipun
mereka tidak mempraktekkannya secara langsung. Tapi jika sekiranya usia atau
kondisi anak cukup aman untuk bersinggungan langsung dengan sampah jenis ini
maka ajaklah anak untuk berkreasi.
Bekerja sebagai tenaga sosial yang cinta
kebersamaan
Mengajak
masyarakat untuk peduli lingkungan memang sebuah tantangan. Untuk itu perlu
sosialisasi yang efektif agar masyarakat ikut bertanggungjawab pada kebersihan
lingkungannya. Jika kita bekerja dalam organisasi atau perkumpulan yang
sifatnya sosial kita bisa membuat sosialisasi peduli lingkungan dengan cara
kreatif. Misalnya kita mengadakan lomba kebersihan lingkup RT, pesta gotong royong
peduli lingkungan dengan membersihkan lingkungan sekitar. Bisa juga dengan
mengadakan arisan sampah. Arisan sampah dilakukan seperti arisan pada umumnya.
Namun setiap orang yang tiba gilirannya mendapat arisan, harus melakukan suatu
kegiatan yang menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan seperti mendaur
ulang kayu yang tidak terpakai di rumahnya untuk dijadikan rak sepatu, membuat
tong sampah yang dihias dengan gambar-gambar dari bekas wadah cat tembok atau
ember yang tidak terpakai, dsb. Barang-barang tersebut nantinya dikumpulkan di
suatu tempat yang nantinya kita lelang dengan harga sangat ekonomis, uang hasil
lelang bisa kita gunakan untuk kegiatan peduli lingkungan yang lainnya atau
barangnya bisa langsung kita manfaatkan untuk kepentingan lingkungan sekitar
kita sesuai dengan fungsinya.
Mengingat
kegiatan sosial itu ada banyak sekali macamnya, yang perlu kita garis bawahi
setiap kegiatan sosial selalu berhubungan dengan orang banyak. Sehingga apapun
kegiatan sosial yang kita lakukan usahakan selalu ada tangan kreatif yang
menggandeng tangan masyarakat untuk ikut peduli lingkungan.
Bekerja sebagai pejuang seni yang mencintai
seni atau kesenian
Golongan
orang-orang ini sudah pasti identik dengan pikirannya yang kreatif. Seni apapun
yang kita cintai atau yang kita perjuangkan tentu tidak akan membatasi ide-ide
segar untuk terus mengalir mewujudkan Indonesia bersih. Kita bekerja menjadi
seorang artis misalnya, tidaklah susah mengundang masa untuk kita ajak
sosialisasi peduli lingkungan. Misalnya kita selfie dengan memakai kaos yang
bertuliskan “aku cinta lingkungan, seperti aku mencintai penggemarku”. Kita
bekerja di seni musik, tentu lebih mudah lagi untuk meraih hati masyarakat
mengingat hampir semua orang suka musik. Kita bisa membuat lagu tentang
pentingnya menjaga lingkungan, kita bisa menyanyikan lagu tersebut saat ada
acara rutin di lingkungan kita seperti lomba agustusan misalnya atau acara
jalan sehat. Bisa juga membuat konser peduli lingkungan dengan menambahkan
sejumlah bintang tamu yang cukup populer untuk mengundang daya tarik masa.
Beralih ke seni rupa tidak kalah pula ide menariknya. Tangan kreatif pecinta
seni rupa bisa memanfaatkan hampir semua jenis sampah, terutama sampah non
organik. Saat ada seni pertunjukan, tangan kreatif kita bisa mengandalkan
sampah non organik untuk dekorasi panggung, menghias ruangan untuk pesta ulang
tahun, dan membuat beragam kerajinan dari limbah kayu. Terkait seni
pertunjukkan wayang misalnya, kita bisa menggunakan limbah dari kertas atau
kayu untuk membuat wayangnya, membuat topeng atau beberapa aksesoris pendukung
untuk para penari dalam seni pertunjukan tari dan masih banyak lagi. Seni
memang sangat luas sekali jangkauannya. Jika diumpamakan seluas itu pula
telapak tangan kreatif kita untuk bisa mengolah sampah dengan baik agar bisa
mewujudkan lingkungan yang bersih.
Bekerja sebagai penegak agama yang mencintai
Tuhan dan ajaran agamanya
Penduduk
Indonesia tentunya terdiri dari berbagai agama. Setiap agama memiliki penegak
ataupun pemuka yang mengajarkan nilai-nilai keagamaan untuk setiap pengikutnya.
Setiap agama mengajarkan pula cinta kasih terhadapa lingkungan atau alam.
Misalnya agama Islam menjelaskannya melalui sebuah surat dimana dijelaskan
sebagai khalifah manusia telah sanggup menerima amanah, sedangkan makhluk yang
lain seperti langit, bumi, dan gunung-gunung enggan menerimanya (QS 33:72).
Kita juga pasti sudah sering mendengar istilah “Kebersihan adalah sebagian dari
iman” sebagai penyemangat dalam usaha peduli lingkungan sekaligus menyeimbangkannya
dari segi agama. Dalam acara keagamaan seperti pengajian misalnya seorang
penegak agama dapat memberikan ceramah mengenai cara pengelolaan sampah yang
baik dan benar atau dengan metode 4R, mengajak jemaah untuk gotong royong
membersihkan area tempat ibadah dan lingkungan sekitarnya, mengajak anak-anak
muda untuk berkreasi dengan memanfaatkan sampah seperti karet ban luar sepeda
motor untuk dijadikan sandal slop yang nantinya bisa digunakan para jamaah,
sampah seperti kayu juga bisa dijadikan bakiak atau dibuat menjadi kotak amal,
dijadikan gantungan untuk mukena, kain perca dijadikan keset, dsb.
Bekerja sebagai orang yang mencintai hewan
dan tumbuhan
Sebenarnya
kategori ini termasuk salah satu kategori sosial. Namun jika di atas tadi
dijelaskan dalam konteks interaksi antar manusia, dalam kategori ini
menjelaskan interaksi antara manusia dan mahluk hidup lainnya serta
kontribusinya terhadap pengelolaan sampah. Hewan dan tumbuhan adalah bagian
dari kita. Jika tidak ada tumbuhan dan hewan maka keberlangsungan hidup kita
pula tidak akan bertahan. Untuk itu kita perlu merawat lingkungan dengan baik
agar mereka tidak tercemar oleh dampak buruk sampah yang nantinya juga akan
merugikan kita sendiri. Sebagai pecinta hewan kita dapat membuatkan kandang
burung dengan dahan atau ranting pohon yang sudah patah, membuat kandang untuk
hewan peliharaan atau hewan ternak dari pohon yang tumbang atau dengan bambu
bekas penyangga yang digunakan tenaga konstruksi dalam pembangunan rumah,
membuatkan rumah dari barang-barang bekas lainnya untuk kucing-kucing liar.
Sedangkan
untuk pecinta tumbuhan dapat memanfaatkan beragam sampah dari botol, ember,
gelas, teko dan barang pecah belah lainya seperti tembikar, keranjang, dsb
untuk dijadikan media penanaman tumbuhan. Dari beragam sampah di atas kita bisa
menghemat lahan dan mengefisienkan ruang kosong di sekitar kita. Selain indah
dilihat, melestarikan tumbuhan, kita juga telah berkontribusi untuk menjaga dan
merawat lingkungan dalam upaya membebaskan lingkungan dari sampah.
Bekerja sebagai orang yang mencintai
olaharaga
Jika
seni memiliki banyak tangan kreatif untuk berkreasi, maka tangan kreatif dari orang
yang mencintai olahgara memiliki keunikan tersendiri. Baik olahragawan ataupun
mereka yang sekedar suka dengan suatu jenis olahraga tertentu dapat pula
berkontribusi dalam menjaga lingkungan. Saat sedang menonton pertandingan sepak
bola di telivisi misalnya, biasanya mereka menyediakan kacang tanah sebagai
camilan. Tangan kreatif pecinta olahraga bisa membuat dua tempat sampah yang
masing-masing diberi nama tim yang sedang bertanding. Setiap orang yang memakan
kacang harus membuang kulitnya ke tempat sampah tim yang didukung. Seorang
olahragawan bisa juga memanfaatkan karet ban yang tidak terpakai untuk latihan
tinju atau sekedar membentuk otot, membuat burble
dengan mengisi botol air mineral atau karet ban dengan pasir dan lain-lain.
Bekerja sebagai orang yang mencintai gaya
hidup modern
Gaya
hidup modern merupakan gaya hidup orang-orang yang mengikuti perkembangan zaman.
Semakin deras pengaruh globalisasi semakin ragam pula gaya hidup manusia.
Bagaimanapun, zaman dan alam adalah dua hal yang saling tumpang tindih. Semkin
ke sini, zaman semakin muda dan semakin maju, sedangkan alam sebaliknya. Gaya
hidup modern identik dengan kemudahan dan serba instan. Itulah yang menyebabkan
masyarakat modern tidak mau repot-repot atau bersusah-susah terhadap suatu hal
yang sifatnya prosedural atau kontinu. Sebab dengan kecanggihan teknologi saat ini hampir semuanya dapat diselesaikan
dengan mudah dan cepat. Terlepas dari pengaruh baik ataupun buruk gaya hidup
modern, tangan kreatif kita jangan dibiarkan untuk diam. Kita harus selalu
bergerak aktif mengambil peluang sebaik mungkin untuk bisa memanfaatkan banyak
barang yang sebelumnya kita anggap sampah. Mengikuti gaya hidup modern bukan
berarti semuanya harus membeli baru. Dengan kreatifitas kita bisa menyulap
celana jeans lama menjadi celana santai casual
dengan beberapa sobekan di bagian bawah atau tengah, membuat cardigan dari kaos
berlengan panjang yang tidak muat atau bahkan kebesaran. Koran langganan yang
sudah tidak terbaca kita ubah menjadi gulungan-gulungan kecil dan kita bentuk
melingkar atau kotak akan berguna untuk wadah mainan adik atau anak. Mengisi
liburan dengan perawatan wajah sendiri di rumah dengan menggunakan masker
buatan dari potongan buah yang terlupakan untuk dimasak menjadi masker alami
pencerah wajah. Intinya banyak hal bisa kita lakukan untuk menghemat
pengeluaran seiring keinginan kita untuk sekaligus mengikuti gaya hidup modern.
Jika kita bisa bertindak bijaksana dan kreatif dalam pemanfaatan barang baik
itu untuk kepentingan diri sendiri ataupun tuntutan setidaknya kita telah ikut
andil menjaga lingkungan agar tetap bersih.
Bekerja sebagai orang yang mencintai
lingkungan apapun pekerjaannya
Siapapun
dan dimanapun jika mereka adalah bagian dari kategori ini maka mereka layak
untuk diapresisasi dan didukung. Kategori inilah yang diharapkan alam untuk
senantiasa ada dalam sejarah peradaban manusia untuk dijadikan sahabat mereka.
Sebab, orang-orang yang mencintai lingkungan adalah orang yang mencintai bumi
dan seisinya, mereka adalah pahlawan kehidupan yang secara nyata dapat kita
temui dan dapat kita jadikan contoh secara langsung. Kategori inilah yang memiliki
tangan paling kreatif dalam mengelola sampah, merawat dan melestarikan
lingkungan, mengusahakan hidupnya untuk tidak menambah jumlah sampah, terus
berusaha mensosialisasikan hidup sehat tanpa sampah, dan mereka adalah bagian
dari kita. Dengan demikian kita bisa menjadi kategori ini kapanpun dan
dimanapun untuk membuat Indonesia bersih dari sampah dengan tangan kreatif.
Segala
macam sampah memerlukan pengelolaan yang tepat. Dimanapun sampah berada
disitulah peran kita dibutuhkan. Tangan kreatif selalu dilawali dengan berfikir
kreatif, contohnya berfikir untuk meminimalkan penggunaan barang berbahan
plastik dan mulai hidup hemat. Mencegah lebih baik daripada mengobati, sedia
payung sebelum hujan, pepatah-pepatah tersebut sangatlah benar untuk mendukung
terwujudnya Indonesia Bersih seperti yang kita harapkan. Namun menyikapi
permasalahan sampah yang ada, kita bisa gunakan kreatifitas untuk mengkreasikan
limbah menjadi barang yang lebih berguna.
Penutup
Sampah
telah lama menjadi masalah di Indonesia maupun dunia. Banyak inovasi teknologi
dan pengupayaan pembinaan masyarakat untuk mengatasi permasalahan sampah yang
telah menahun yang dilakukan oleh pemerintah dan aktivis sosial peduli
lingkungan. Menanggapi hal tersebut setiap individu tentu punya peran dan tanggungjawab
untuk ikut menjadi solusi dari setiap masalah sampah di sekitarnya.
Mendukung
program pemerintah atau program peduli lingkungan lainya tidaklah berguna jika
hanya sekedar bicara. Kita perlu memulai perubahan yang diawali dengan diri
kita sendiri. Tidak perlu menunggu suatu event, sosialisasi, atau apapun itu
untuk sekedar menggerakkan tangan kita memungut sampah yang tidak pada
tempatnya dan tidak membuang sampah sembarangan.
Sekecil
apapun sampah yang mencemari lingkungan akan berdampak pada kehidupan kita.
Jangan berfikir kolot dengan mencari seribu alasan untuk menyepelekan segala
tindakan tidak terpuji kita yang merusak lingkungan. Sebanyak apapun alasan,
sebanyak itulah risiko yang harus kita tanggung atas dampak buruk dari sampah
yang mencemari lingkungan. Siapa saja bisa membuat Indonesia bersih, mewujudkan
Indonesia bebas sampah, dan Indonesia ramah lingkungan. Namun tindakan tersebut
harus diikuti dengan niat tulus, usaha, kerja keras dan yang terpenting kemauan
untuk melakukannya dari sekarang.
Daftar Rujukan
Mutardjo, Djuli dan Said, E.G. 1997. Penanganan
dan Pemanfaatan Limbah Padat. Jakarta: Madyatama Sarana Perkasan.
Riyadi, Slamet. 1986. Pengantar
Kesehatan Dimensi dan Tinjauan. Surabaya : Usaha Nasional.
Leonardo.1990. Memerangi
Sampah dengan Sebuah Penghargaan. Bandung : PT. Alumni
UU. No. 23 Tahun 2004 tentang Rumah Tangga
Widyadmoko, H dan Sintorini. 2002. Menghindari,
Mengolah dan Menyingkirkan Sampah.
Jakarta : Abdi Tandur.
http://www.landasanteori.com/2015/10/pengertian-sampah-rumah-tangga-jenis.html,
diakses 16 November 2016
http://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20160222182308-277-112685/indonesia-penyumbang-sampah-plastik-terbesar-ke-dua-dunia/,
diakses 16 November 2016
http://www.indonesia.go.id,
diakses 16 November 2016
No comments:
Post a Comment
Silahkan suarakan idemu setelah membaca tulisan di atas. terimakasih