Thursday, January 24, 2019

Mengambil Peran dalam mewujudkan Indonesia Bersih


MEMBUAT INDONESIA BERSIH DENGAN TANGAN KREATIF

Erviana
Universitas Negeri Malang


Keindahan, kekayaan, dan keberagaman sumber daya alam di Indonesia sudah tidak diragukan lagi kebenarannya. Letak geografis yang strategis menunjukkan betapa kaya Indonesia akan sumber daya alam dengan segala flora, fauna dan potensi hidrografis dan deposit sumber alamnya yang melimpah. Sumber daya alam Indonesia berasal dari pertanian, kehutanan, kelautan dan perikanan, peternakan, perkebunan serta pertambangan dan energi. Tak heran bila ada ungkapan “Gemah Ripah Loh Jinawi ” yang menggambarkan bumi Indonesia yang tenteram dan makmur serta sangat subur tanahnya.
Sebagai orang Indonesia tentu kita bangga bisa hidup di negara yang memiliki sedemikian banyak potensi alam yang bisa dimanfaatkan untuk kehidupan. Merawat dan melestarikan lingkungan tentu sudah menjadi kewajiban kita bersama agar tidak hanya kita, namun generasi masa mendatang juga dapat menikmati nikmat Tuhan yang diturunkan di tanah Indonesia.
Terkait hal tersebut, kita perlu merenungkan riset Jenna R Jambeck dan kawan-kawan (publikasi di www.sciencemag.org 12 Februari 2015) yang menyebutkan Indonesia berada di posisi kedua penyumbang sampah plastik ke laut setelah Tiongkok, disusul Filipina, Vietnam, dan Sri Lanka. Hal tersebut didukung dengan adanya data dari KLHK (publikasi www.cnnindonesia.com Selasa, 23/02/2016 07:01 WIB) yang menyebut plastik hasil dari 100 toko atau anggota Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) dalam waktu satu tahun saja, sudah mencapai 10,95 juta lembar sampah kantong plastik. Jumlah itu ternyata setara dengan luasan 65,7 hektare kantong plastik atau sekitar 60 kali luas lapangan sepak bola. Padahal, KLHK menargetkan pengurangan sampah plastik lebih dari 1,9 juta ton hingga 2019. Dirjen Pengelolan Sampah, Limbah, dan B3 KLHK Tuti Hendrawati Mintarsih menyebut total jumlah sampah Indonesia di 2019 akan mencapai 68 juta ton, dan sampah plastik diperkirakan akan mencapai 9,52 juta ton atau 14 persen dari total sampah yang ada. Menurutnya, target pengurangan timbunan sampah secara keseluruhan sampai dengan 2019 adalah 25 persen, sedangkan 75 persen penanganan sampahnya dengan cara 'composting' dan daur ulang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Realita tesebut hanyalah satu dari banyaknya masalah sampah yang ada di Indonesia.  Banyak keluhan masyarakat mengenai sampah sudah sering disuarakan kepada pemerintah daerahnya masing-masing. Namun sayang, keluhan tersebut berakhir tidak jelas dan juga tidak banyak inovasi yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan persoalan sampah yang ada khususnya di daerah perkotaan. Mungkin kita bisa menutup hidung dan mulut menghadapi sampah yang mencemari lingkungan sekitar kita, tapi kita tidak bisa menutup mata bahwa fakta-fakta tersebut ada karena kurangnya kepedulian kita terhadap lingkungan sendiri. Kita harus mulai sadar bahwa masalah sampah di Indonesia saat ini sudah mencapai level darurat.
Membuat Indonesia bersih dari sampah, bukanlah tanggungjawab pemerintah semata. Mengingat pembuat, penghasil, dan penyebar sampah adalah setiap manusia. Maka alangkah bijaknya jika setiap orang menyadari pentingnya mengelola sampah dengan baik untuk mewujudkan Indonesia yang bersih dan sehat.
Sampah berhubungan langsung dengan gaya hidup manusia. Gaya hidup konsumtif selain merugikan manusia secara materi juga merugikan lingkungan karena semakin memperbanyak jumlah sampah. Sampah rumah tangga adalah sampah yang bekaitan langsung dengan gaya hidup kita sehari-hari. Sampah organik dan nonorganik merupakan sampah yang menurut jenisnya bisa kita kelola secara mandiri. Artinya sampah-sampah ini dapat kita olah agar memiliki nilai guna atau hasil guna menggunakan tindakan tangan kreatif. Hasil dari pengelolaan sampah dengan kreatifitas dapat menyelematkan kita dari banyaknya dampak buruk yang ditimbulkan sampah. Selain itu mewujudkan Indonesia bersih tidaklah menjadi mimpi semata jika kita bertindak kreatif, konsisten,  membuang sampah pada tempat sampah dan melakukannya dari sekarang.

Mengenal Lingkungan Bersih dengan Deteksi Sampah
Ciri lingkungan bersih yang utama adalah tidak adanya sampah yang tidak pada tempatnya. Menurut Riyadi (1986) sampah dalam ilmu kesehatan lingkungan sebenarnya hanya sebagian dari benda atau hal-hal yang dipandang tidak dapat digunakan lagi, tidak dipakai, tidak disenangi, atau harus dibuang  sedemikian rupa sehingga tidak  sampai  mengganggu  kelangsungan  hidup. Selanjutnya Widyadmoko (2002) mendefinisikan sampah rumah tangga adalah sampah yang berasal dari kegiatan rumah tangga yang terdiri dari berbagai macam jenis sampah. Mendeteksi keberadaan sampah sendiri dapat dimulai dari lingkungan kecil seperti rumah. Rumah yang bersih tentu akan membuat nyaman dan sehat penghuninya. Tapi bisa juga akan menjadi sumber penyakit, apabila penghuni rumah acuh terhadap kondisi lingkungan mereka yang penuh sampah.
Lingkungan bersih dapat diciptakan dengan pola hidup sehat dan bersih. Sampah setidaknya dapat dikelola dengan 4 cara yaitu Reduce, Reuse, Recycle, dan Replace. Keempat metode tersebut akan sangat lebih efektif apabila kita melakukan metode prefentif dan kreatif.
Metode prefentif dan kreatif adalah metode pencegahan atau penghematan dengan berfikir dan bertindak kreatif dalam penggunaan barang – barang yang menjadi calon sampah. Bisa dibilang “Jangan Menyampahkan Sampah”. Maksudnya kita bisa mencegah hidupnya sampah dengan berfikir seribu kali jika ingin menggunakan material plastik. Jangan berfikir pemanfaatan sebelum penggunaan, tapi berfikir ulang penggunaannya sebelum pemanfaatannya. Jika kita berbelanja di swalayan, kantong plastik memang sangat bermanfaat untuk membawa barang belanjaan. Sekalipun kantong plastik tersebut bisa kita kelola dengan metode 4R, tapi tidak menutup kemungkinan kantong plastik hanyalah sampah baru dalam lingkungan kita. Sehingga akan lebih bijaksana apabila kita bertangan kreatif menggunakan metode prefentif  dengan membawa tas sendiri kemanapun kita pergi. Jika tidak sempat membawa, kita bisa membawa barang belanjaan dengan tangan kita sendiri jika itu memungkinkan. Hal sederhana untuk mewujudkan lingkungan bersih ini didukung pula oleh pemerintah dengan istilah Go Green, Gerakan Indonesia Bebas Sampah 2020, juga pecinta lingkungan yang merespon dengan istilah Zero Plastic.
Bagaimanapun istilah atau tindakan yang digunakan pemerintah, pecinta lingkungan, ataupun orang lain untuk mewujudkan Indonesia bersih adalah sinyal S.O.S yang membutuhkan kontribusi kita dalam pelaksanaannya secara cepat. Mengingat sudah banyak masalah yang disebabkan oleh sampah yang kita buat. Jika kita tetap acuh, maka kita dinyatakan rela untuk kehilangan generasi manusia yang akan datang, rela untuk hidup dengan penuh penyakit dan penuh penderitaan, rela untuk kehilangan flora dan fauna, bahkan rela untuk meninggal lebih cepat.
Jika kita pernah menonton film documenter “Trashed” yang disutradarai Candida Brady, kita akan tahu bahwa sebenarnya masalah sampah tidak hanya terjadi di Indonesia melainkan sudah menjadi masalah global. Ini berarti seluruh dunia  sudah merasakan dampak buruk dari perilaku manusia sendiri yang gemar menyampah. Jika kita mengeluh bahwa lingkungan di rumah, sekolah, tempat umum, tempat wisata atau dimanapun itu kotor, tidak higienis, bahkan menjijikkan, rasanya kita perlu merenungkan pula sebuah pernyataan dari Eldridge Cleve bahwa "Jika kita bukan bagian dari solusi, maka kita adalah bagian dari masalah".
Setelah melakukan metode prefentif dan kreatif, kita bisa melanjutkan deteksi sampah pada lingkungan sekitar. Apabila memang lingkungan kita terdeteksi sampah yang tidak hanya mengganggu kenyamanan melainkan sudah mempengaruhi kesehatan kita maka kita harus bertindak cepat dengan mengelolanya dengan metode 4R secara kreatif.

Mewujudkan Indonesia Bersih dengan Tangan Kreatif
Langkah pertama setelah deteksi sampah, kita perlu menggolongkan sampah menurut jenisnya. Secara garis besar, sampah dibedakan menjadi tiga jenis yaitu: 1) Sampah Anorganik/kering, contoh : logam, besi, kaleng, plastik, karet, botol, dll yang tidak dapat mengalami pembususkan secara alami. 2) Sampah organik / basah, contoh : Sampah dapur, sampah restoran, sisa sayuran, rempah-rempah atau sisa buah dll yang dapat mengalami pembusukan secara alami. 3) Sampah berbahaya, contoh : Baterai, botol racun nyamuk, jarum suntik bekas dan lain-lain.
Berdasarkan jenis dan sumbernya sampah dapat dibedakan atas beberapa bagian. Menurut Murthadjo (1997), sampah diklasifikasikan atas sampah domestik, sampah komersial, sampah industri dan limbah. Secara rinci uraiannya adalah sebagai berikut: 1) Sampah domestik, yaitu sampah yang berasal dari pemukiman masyarakat. Jenis limbah ini sangat beragam tetapi pada umumnya berupa sampah dapur. 2) Sampah komersial, yaitu sampah yang berasal dari lingkungan perdagangan atau jasa komersial baik warung, toko maupun pasar. 3) Sampah industri, yaitu sampah yang berasal dari buangan proses industri. Oleh karena itu, jenis, jumlah dan komposisi limbah tergantung pada jenis industrinya. 4) Limbah yang berasal dari selain yang disebutkan di atas, misalnya limbah dari pertambangan, pertanian dan bencana alam.
Selain mengelompokkan jenis – jenis sampah rumah tangga, Widyadmoko (2002) juga mengelompokkan sampah sebagai berikut : 1) Sampah komersil yaitu sampah yang berasal dari pasar, pertokoan, rumah makan, tempat hiburan, penginapan, bengkel, kios, dan sebagainya. 2) Sampah bangunan, yaitu sampah yang berasal dari kegiatan pembangunan termasuk pemugaran dan pembongkaran suatu bangunan, seperti semen, kayu, batu bata dan sebagainya. 3) Sampah fasilitas umum, yaitu sampah yang berasal dari  pembersihan  dan penyapuan jalan, trotoar, taman lapangan, tempat rekreasi dan fasilitas umum lainnya. Terkait hal tersebut Leonardo (1990) mengatakan bahwa limbah padat merupakan salah satu bentuk limbah yang terdapat di lingkungan masyarakat, orang awam menyebutnya dengan sampah.
Manfaat dari mempelajari jenis-jenis sampah adalah membuat kita mengerti bagaimana cara mengelola sampah sesuai sifat dari jenisnya. Misal sampah organik seperti sisa makanan, guguran dedaunan atau patahan ranting yang ada di kebun atau taman, kotoran hewan ternak dan sebagainya akan mudah mengalami penguraian alami. Kita bisa segera memanfaatkannya dengan menjadikannya pupuk kompos. Sedangkan non organik membutuhkan daya urai yang sangat lama hingga berjuta-juta tahun. Karenanya perlu campur tangan manusia untuk mengurainya ataupun memanfaatkan kembali sampah menjadi barang yang berguna.
Kegiatan penanganan sampah menurut UU No.18 Tahun 2008 telah diuraikan secara jelas yaitu meliputi : 1) Pemilahan dalam bentuk pengelompokan dan pemisahan sampah sesuai dengan jenis, jumlah, dan sifat sampah.
2) Pengumpulan dalam bentuk pengambilan dan pemindahan sampah dari sumber sampah ke tempat penampungan sementara atau tempat pengolahan sampah terpadu. 3) Pengangkutan dalam bentuk membawa sampah dari sumber dan/atau dari tempat penampungan sampah sementara atau dari tempat pengolahan sampah terpadu menuju ke tempat pemrosesan akhir.
4) Pengolahan dalam bentuk mengubah karakteristik, komposisi, dan jumlah sampah.5) Pemrosesan akhir sampah dalam bentuk pengembalian sampah dan/atau residu hasil pengolahan sebelumnya ke media lingkungan secara aman.
Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah merupakan aspek yang terpenting untuk diperhatikan dalam sistem pengelolaan sampah secara terpadu. Pengelolaan sampah yang baik dan benar akan mempercepat proses kerja pengolah sampah di TPS dan polusi sampah bisa segera teratasi.
Indonesia memiliki jumlah penduduk yang sangat besar dengan potensi unik masing-masing. Banyak sekali tangan kreatif mereka yang sudah mengelola sampah menjadi barang yang bermanfaat bahkan menjadi pendorong perekononmian. Tentu kita adalah bagian dari mereka yang memiliki potensi terbaik dalam memanfaatkan sebaik mungkin sampah di sekitar kita untuk mewujudkan Indonesia bersih sekaligus menjadi solusi dari permasalahan sampah di dunia.
Jika kita sudah mengenal sampah dari karakteristiknya, kita akan memasukkan kreatifitas dalam pengelolaannya. Tentu saja ini berhubungan langsung dengan metode 4R. Tangan kreatif tidaklah melulu dimiliki oleh mereka yang berjiwa seni tinggi. Kreatif atau kreatifitas adalah milik mereka yang mau berfikir dan berusaha. Bukankah sebagai manusia kita juga selalu berfikir dan berusaha? Jadi tidak akan sulit untuk menjadi kreatif dalam mengolah ataupun mengelola sampah. Selain itu mengenal sampah dari sumbernya, akan memudahkan kita dalam menerapkan kreatifitas tersebut. Sampah dari sumbernya berkaitan langsung terhadap pekerjaan atau profesi kita. Sehingga akan lebih menyenangkan dan mudah dilakukan lagi jika kita bisa menerapkan kreatifitas dalam mengolah sampah apabila sesuai dengan status maupun pekerjaan kita. Sampah yang bersumber dari peternakan berhubungan langsung dengan kita yang bekerja sebagai peternak, sampah rumah tangga bersumber dari kita yang berstatus ibu rumah tangga dengan penghuni rumah lainnya yang bekerja sesuai dengan lingkupnya masing-masing, dan masih banyak lagi. Pepatah mengatakan sambil menyelam minum air, kreatifitas yang dikembangkan akan memunculkan banyak barang bermanfaat sebagai penunjang penyampaian tujuan sekaligus sarana edukatif dalam menggalakkan program peduli lingkungan. Berikut hal-hal yang dapat dilakukan atau dibuat oleh tangan kreatif dalam pengelolaan sampah dengan bermetode 4R sesuai dengan pekerjaan yang dicintainya.

Bekerja sebagai tenaga pendidik yang cinta pendidikan
Tenaga pendidik dapat berarti siapa saja yang memiliki tujuan mendidik para peserta didik dengan sarana atau prasarana, metode dan komunikasi edukatif. Kita ambil contoh guru atau orang tua. Dalam penyampaian materi edukatifnya akan lebih menarik anak-anak dengan menggunakan sebuah media yang lucu, khas anak-anak, menyenangkan, aman, dan tentunya edukatif. Sampah yang bisa diolah oleh tangan kreatif tenaga pendidik adalah sebagai berikut : 1) Kertas bekas; dimanfaatkan untuk belajar origami, papercraft, berkreasi membuat seni rupa tiga dimensi seperti robot, bunga, vas, tempat pensil, bingkai foto, hiasan dinding, tempat sampah, celengan, miniatur, tas, bungkus kado, boneka, dll. 2) Sampah berbahan plastik seperti botol air mineral dapat dikreasikan menjadi pot bunga, hiasan ruangan, dsb. Kantong plastik dan bungkus makanan ringan juga dapat diolah menjadi kerajinan tangan yang bernilai guna. 3) Sampah berbahan keras seperti logam, kaca, beling, keramik, besi dsb, cukup berbahaya untuk anak kecil. Maka dari itu kita cukup mempraktekkan cara pengelolaan sampah jenis ini sembari menjelaskan manfaat dari kegiatan yang kita lakukan. Misal kita membuat pagar kecil atau pembatas taman dengan menggunakan gantungan baju dari besi, botol kecap atau sirup bisa kita buat menjadi vas, tempat foto atau lampu, hiasan rumah, dsb. Mendengar dan mengamati cukup berhasil menggugah daya pikir anak untuk bisa ikut kreatif sekalipun mereka tidak mempraktekkannya secara langsung. Tapi jika sekiranya usia atau kondisi anak cukup aman untuk bersinggungan langsung dengan sampah jenis ini maka ajaklah anak untuk berkreasi.

Bekerja sebagai tenaga sosial yang cinta kebersamaan
Mengajak masyarakat untuk peduli lingkungan memang sebuah tantangan. Untuk itu perlu sosialisasi yang efektif agar masyarakat ikut bertanggungjawab pada kebersihan lingkungannya. Jika kita bekerja dalam organisasi atau perkumpulan yang sifatnya sosial kita bisa membuat sosialisasi peduli lingkungan dengan cara kreatif. Misalnya kita mengadakan lomba kebersihan lingkup RT, pesta gotong royong peduli lingkungan dengan membersihkan lingkungan sekitar. Bisa juga dengan mengadakan arisan sampah. Arisan sampah dilakukan seperti arisan pada umumnya. Namun setiap orang yang tiba gilirannya mendapat arisan, harus melakukan suatu kegiatan yang menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan seperti mendaur ulang kayu yang tidak terpakai di rumahnya untuk dijadikan rak sepatu, membuat tong sampah yang dihias dengan gambar-gambar dari bekas wadah cat tembok atau ember yang tidak terpakai, dsb. Barang-barang tersebut nantinya dikumpulkan di suatu tempat yang nantinya kita lelang dengan harga sangat ekonomis, uang hasil lelang bisa kita gunakan untuk kegiatan peduli lingkungan yang lainnya atau barangnya bisa langsung kita manfaatkan untuk kepentingan lingkungan sekitar kita sesuai dengan fungsinya.
Mengingat kegiatan sosial itu ada banyak sekali macamnya, yang perlu kita garis bawahi setiap kegiatan sosial selalu berhubungan dengan orang banyak. Sehingga apapun kegiatan sosial yang kita lakukan usahakan selalu ada tangan kreatif yang menggandeng tangan masyarakat untuk ikut peduli lingkungan.

Bekerja sebagai pejuang seni yang mencintai seni atau kesenian
Golongan orang-orang ini sudah pasti identik dengan pikirannya yang kreatif. Seni apapun yang kita cintai atau yang kita perjuangkan tentu tidak akan membatasi ide-ide segar untuk terus mengalir mewujudkan Indonesia bersih. Kita bekerja menjadi seorang artis misalnya, tidaklah susah mengundang masa untuk kita ajak sosialisasi peduli lingkungan. Misalnya kita selfie dengan memakai kaos yang bertuliskan “aku cinta lingkungan, seperti aku mencintai penggemarku”. Kita bekerja di seni musik, tentu lebih mudah lagi untuk meraih hati masyarakat mengingat hampir semua orang suka musik. Kita bisa membuat lagu tentang pentingnya menjaga lingkungan, kita bisa menyanyikan lagu tersebut saat ada acara rutin di lingkungan kita seperti lomba agustusan misalnya atau acara jalan sehat. Bisa juga membuat konser peduli lingkungan dengan menambahkan sejumlah bintang tamu yang cukup populer untuk mengundang daya tarik masa. Beralih ke seni rupa tidak kalah pula ide menariknya. Tangan kreatif pecinta seni rupa bisa memanfaatkan hampir semua jenis sampah, terutama sampah non organik. Saat ada seni pertunjukan, tangan kreatif kita bisa mengandalkan sampah non organik untuk dekorasi panggung, menghias ruangan untuk pesta ulang tahun, dan membuat beragam kerajinan dari limbah kayu. Terkait seni pertunjukkan wayang misalnya, kita bisa menggunakan limbah dari kertas atau kayu untuk membuat wayangnya, membuat topeng atau beberapa aksesoris pendukung untuk para penari dalam seni pertunjukan tari dan masih banyak lagi. Seni memang sangat luas sekali jangkauannya. Jika diumpamakan seluas itu pula telapak tangan kreatif kita untuk bisa mengolah sampah dengan baik agar bisa mewujudkan lingkungan yang bersih.

Bekerja sebagai penegak agama yang mencintai Tuhan dan ajaran agamanya
Penduduk Indonesia tentunya terdiri dari berbagai agama. Setiap agama memiliki penegak ataupun pemuka yang mengajarkan nilai-nilai keagamaan untuk setiap pengikutnya. Setiap agama mengajarkan pula cinta kasih terhadapa lingkungan atau alam. Misalnya agama Islam menjelaskannya melalui sebuah surat dimana dijelaskan sebagai khalifah manusia telah sanggup menerima amanah, sedangkan makhluk yang lain seperti langit, bumi, dan gunung-gunung enggan menerimanya (QS 33:72). Kita juga pasti sudah sering mendengar istilah “Kebersihan adalah sebagian dari iman” sebagai penyemangat dalam usaha peduli lingkungan sekaligus menyeimbangkannya dari segi agama. Dalam acara keagamaan seperti pengajian misalnya seorang penegak agama dapat memberikan ceramah mengenai cara pengelolaan sampah yang baik dan benar atau dengan metode 4R, mengajak jemaah untuk gotong royong membersihkan area tempat ibadah dan lingkungan sekitarnya, mengajak anak-anak muda untuk berkreasi dengan memanfaatkan sampah seperti karet ban luar sepeda motor untuk dijadikan sandal slop yang nantinya bisa digunakan para jamaah, sampah seperti kayu juga bisa dijadikan bakiak atau dibuat menjadi kotak amal, dijadikan gantungan untuk mukena, kain perca dijadikan keset, dsb.

Bekerja sebagai orang yang mencintai hewan dan tumbuhan
Sebenarnya kategori ini termasuk salah satu kategori sosial. Namun jika di atas tadi dijelaskan dalam konteks interaksi antar manusia, dalam kategori ini menjelaskan interaksi antara manusia dan mahluk hidup lainnya serta kontribusinya terhadap pengelolaan sampah. Hewan dan tumbuhan adalah bagian dari kita. Jika tidak ada tumbuhan dan hewan maka keberlangsungan hidup kita pula tidak akan bertahan. Untuk itu kita perlu merawat lingkungan dengan baik agar mereka tidak tercemar oleh dampak buruk sampah yang nantinya juga akan merugikan kita sendiri. Sebagai pecinta hewan kita dapat membuatkan kandang burung dengan dahan atau ranting pohon yang sudah patah, membuat kandang untuk hewan peliharaan atau hewan ternak dari pohon yang tumbang atau dengan bambu bekas penyangga yang digunakan tenaga konstruksi dalam pembangunan rumah, membuatkan rumah dari barang-barang bekas lainnya untuk kucing-kucing liar.
Sedangkan untuk pecinta tumbuhan dapat memanfaatkan beragam sampah dari botol, ember, gelas, teko dan barang pecah belah lainya seperti tembikar, keranjang, dsb untuk dijadikan media penanaman tumbuhan. Dari beragam sampah di atas kita bisa menghemat lahan dan mengefisienkan ruang kosong di sekitar kita. Selain indah dilihat, melestarikan tumbuhan, kita juga telah berkontribusi untuk menjaga dan merawat lingkungan dalam upaya membebaskan lingkungan dari sampah.

Bekerja sebagai orang yang mencintai olaharaga
Jika seni memiliki banyak tangan kreatif untuk berkreasi, maka tangan kreatif dari orang yang mencintai olahgara memiliki keunikan tersendiri. Baik olahragawan ataupun mereka yang sekedar suka dengan suatu jenis olahraga tertentu dapat pula berkontribusi dalam menjaga lingkungan. Saat sedang menonton pertandingan sepak bola di telivisi misalnya, biasanya mereka menyediakan kacang tanah sebagai camilan. Tangan kreatif pecinta olahraga bisa membuat dua tempat sampah yang masing-masing diberi nama tim yang sedang bertanding. Setiap orang yang memakan kacang harus membuang kulitnya ke tempat sampah tim yang didukung. Seorang olahragawan bisa juga memanfaatkan karet ban yang tidak terpakai untuk latihan tinju atau sekedar membentuk otot, membuat burble dengan mengisi botol air mineral atau karet ban dengan pasir dan lain-lain.

Bekerja sebagai orang yang mencintai gaya hidup modern
Gaya hidup modern merupakan gaya hidup orang-orang yang mengikuti perkembangan zaman. Semakin deras pengaruh globalisasi semakin ragam pula gaya hidup manusia. Bagaimanapun, zaman dan alam adalah dua hal yang saling tumpang tindih. Semkin ke sini, zaman semakin muda dan semakin maju, sedangkan alam sebaliknya. Gaya hidup modern identik dengan kemudahan dan serba instan. Itulah yang menyebabkan masyarakat modern tidak mau repot-repot atau bersusah-susah terhadap suatu hal yang sifatnya prosedural atau kontinu. Sebab dengan kecanggihan teknologi  saat ini hampir semuanya dapat diselesaikan dengan mudah dan cepat. Terlepas dari pengaruh baik ataupun buruk gaya hidup modern, tangan kreatif kita jangan dibiarkan untuk diam. Kita harus selalu bergerak aktif mengambil peluang sebaik mungkin untuk bisa memanfaatkan banyak barang yang sebelumnya kita anggap sampah. Mengikuti gaya hidup modern bukan berarti semuanya harus membeli baru. Dengan kreatifitas kita bisa menyulap celana jeans lama menjadi celana santai casual dengan beberapa sobekan di bagian bawah atau tengah, membuat cardigan dari kaos berlengan panjang yang tidak muat atau bahkan kebesaran. Koran langganan yang sudah tidak terbaca kita ubah menjadi gulungan-gulungan kecil dan kita bentuk melingkar atau kotak akan berguna untuk wadah mainan adik atau anak. Mengisi liburan dengan perawatan wajah sendiri di rumah dengan menggunakan masker buatan dari potongan buah yang terlupakan untuk dimasak menjadi masker alami pencerah wajah. Intinya banyak hal bisa kita lakukan untuk menghemat pengeluaran seiring keinginan kita untuk sekaligus mengikuti gaya hidup modern. Jika kita bisa bertindak bijaksana dan kreatif dalam pemanfaatan barang baik itu untuk kepentingan diri sendiri ataupun tuntutan setidaknya kita telah ikut andil menjaga lingkungan agar tetap bersih.

Bekerja sebagai orang yang mencintai lingkungan apapun pekerjaannya
Siapapun dan dimanapun jika mereka adalah bagian dari kategori ini maka mereka layak untuk diapresisasi dan didukung. Kategori inilah yang diharapkan alam untuk senantiasa ada dalam sejarah peradaban manusia untuk dijadikan sahabat mereka. Sebab, orang-orang yang mencintai lingkungan adalah orang yang mencintai bumi dan seisinya, mereka adalah pahlawan kehidupan yang secara nyata dapat kita temui dan dapat kita jadikan contoh secara langsung. Kategori inilah yang memiliki tangan paling kreatif dalam mengelola sampah, merawat dan melestarikan lingkungan, mengusahakan hidupnya untuk tidak menambah jumlah sampah, terus berusaha mensosialisasikan hidup sehat tanpa sampah, dan mereka adalah bagian dari kita. Dengan demikian kita bisa menjadi kategori ini kapanpun dan dimanapun untuk membuat Indonesia bersih dari sampah dengan tangan kreatif.
Segala macam sampah memerlukan pengelolaan yang tepat. Dimanapun sampah berada disitulah peran kita dibutuhkan. Tangan kreatif selalu dilawali dengan berfikir kreatif, contohnya berfikir untuk meminimalkan penggunaan barang berbahan plastik dan mulai hidup hemat. Mencegah lebih baik daripada mengobati, sedia payung sebelum hujan, pepatah-pepatah tersebut sangatlah benar untuk mendukung terwujudnya Indonesia Bersih seperti yang kita harapkan. Namun menyikapi permasalahan sampah yang ada, kita bisa gunakan kreatifitas untuk mengkreasikan limbah menjadi barang yang lebih berguna.

Penutup
Sampah telah lama menjadi masalah di Indonesia maupun dunia. Banyak inovasi teknologi dan pengupayaan pembinaan masyarakat untuk mengatasi permasalahan sampah yang telah menahun yang dilakukan oleh pemerintah dan aktivis sosial peduli lingkungan. Menanggapi hal tersebut setiap individu tentu punya peran dan tanggungjawab untuk ikut menjadi solusi dari setiap masalah sampah di sekitarnya.
Mendukung program pemerintah atau program peduli lingkungan lainya tidaklah berguna jika hanya sekedar bicara. Kita perlu memulai perubahan yang diawali dengan diri kita sendiri. Tidak perlu menunggu suatu event, sosialisasi, atau apapun itu untuk sekedar menggerakkan tangan kita memungut sampah yang tidak pada tempatnya dan tidak membuang sampah sembarangan.
Sekecil apapun sampah yang mencemari lingkungan akan berdampak pada kehidupan kita. Jangan berfikir kolot dengan mencari seribu alasan untuk menyepelekan segala tindakan tidak terpuji kita yang merusak lingkungan. Sebanyak apapun alasan, sebanyak itulah risiko yang harus kita tanggung atas dampak buruk dari sampah yang mencemari lingkungan. Siapa saja bisa membuat Indonesia bersih, mewujudkan Indonesia bebas sampah, dan Indonesia ramah lingkungan. Namun tindakan tersebut harus diikuti dengan niat tulus, usaha, kerja keras dan yang terpenting kemauan untuk melakukannya dari sekarang.









































Daftar Rujukan

Mutardjo, Djuli dan Said, E.G. 1997. Penanganan dan Pemanfaatan Limbah Padat. Jakarta: Madyatama Sarana Perkasan.

Riyadi, Slamet. 1986. Pengantar Kesehatan Dimensi dan Tinjauan. Surabaya : Usaha Nasional.

Leonardo.1990. Memerangi Sampah dengan Sebuah Penghargaan. Bandung : PT.            Alumni

UU. No. 23 Tahun 2004 tentang Rumah Tangga

Widyadmoko, H dan Sintorini. 2002. Menghindari, Mengolah dan Menyingkirkan             Sampah. Jakarta : Abdi Tandur.



http://www.indonesia.go.id, diakses 16 November 2016




No comments:

Post a Comment

Silahkan suarakan idemu setelah membaca tulisan di atas. terimakasih