Sunday, April 21, 2019

Pendidikan Berwawasan Kebangsaan Pada Era Industri 4.0: Tinjauan Kesejarahan, Kekinian, dan Masa Depan.


 Seminar Nasional “Pendidikan Berwawasan Kebangsaan Pada Era Industri 4.0: Tinjauan Kesejarahan, Kekinian, dan Masa Depan.”
Seminar yang dinarasumberi oleh Prof.Dr.Hariyono,M.Pd, selaku Plt Kepala Badan Pembinaan Idiologi Pancasila serta Rektor UINSA yaitu Prof.Masdar Hilmy,M.A.,Ph.D. ini sangat menarik dan sangat bermanfaat sekali bagi generasi milenial dalam menghadapi era industri 4.0. Dijelaskan bahwa dalam era ini, generasi muda haruslah mempunyai karakter pancasila dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila secara etimologi merupakan suatu landasan dalam semua bidang terutama pendidikan. Pendidikan pancasila hakikatnya adalah membentuk karakter bangsa sesuai dengan kelima sila pancasila. Sebagai generasi milenial, generasi z, dan generasi penerus bangsa, mahasiswa saat ini perlu berhati-hati dalam menyikapi berbagai bentuk pengaruh ideology dari luar negeri. Indonesia yang telah merdeka sejak 1945, telah menjadikan pancasila sebagai suatu ideology nasional yang benar-benar besar sekali pengaruhnya jika diterapkan dengan sungguh-sungguh.
sumber: google.com

Dalam revolusi industri 4.0 ini, mahasiswa harus tanggap mengambil peluang dan berani mengambil tantangan untuk bisa bergerak lebih maju. Sebagai generasi milenial yang diimbangi dengan berbagai kecanggihan teknologi seperti saat ini, mahasiswa harus bisa menciptakan berbagai inovasi guna menunjang kesejahteraan. Dalam era ini, mahasiswa dituntut untuk aktif bertindak mengambil bagian dari hingar binger keluwesan pertukaran informasi dan kecanggihan berbagai teknologi yang semakin hari semakin mencengangkan. Pada era yang super cepat dan canggih seperti sekarang, sering menimbulkan ketakutan bagi beberapa pihak, bahwa suatu hari nanti banyak pekerjaan manusia yang akhirnya digantikan oleh mesin  atau robot. Dalam menyikapi hal ini, kita tidak bisa hanya ‘pasrah’ dan menyerah atau mengikuti arus. Mahasiswa yang cerdas dan berkarakter pancasila diharapkan dapat berperan serta menjadi contributor membanggakan yang bisa mengharumkan nama negara melalui berbagai bakat yang terolah menjadi prestasi.
Bangsa Indonesia memiliki banyak sekali potensi dari sumber daya yang ada. Adapun ‘kelambatan’ pertumbuhan dalam beberapa bidang disebabkan oleh beberapa faktor antara lain sejarah kelam orde baru, inferiority complex, pramatisme ekomonoi-politik, menguatnya individualism, hilangnya tokoh simbolis pemersatu, masyrakat tidak bisa mengendalikan teknologi, post-truth/ hilangnya kepastian dan kebenaran. Dalam hal ini, bangsa Indonesia tidak juga dirasa menjadi lembek (soft state) lantaran pemerintah maupun rakyat tidak memiliki ketgaran moral, khususnya mora sosial-politik yang kuat. Bangsa Indonesia juga memiliki etos kerja yang lembek serta perilaku korupsi yang akut dan menyebabkan Indonesia tertinggal oleh negara lain. Mental-mental tempe dan sikap ‘ketergantungan’ inilah yang harus dimusnahkan dari bagian karakter bangsa. Indonesia harus menanamkan secara serius benih pendidikan nasional yang berkualitas berbasis epistemology pancasila.
Selain faktor-faktor di atas, Indonesia juga harus siap dengan segala tantangan masa depan. Pertanyaan mengenai bagaimana posisi pendidikan kebangsaan, sejatinya meliputi revolusi digital, dunia mendatar, dunia terintegrasi, dunia padat pengetahuan, dunia berubah sangat cepat serta dunia memasuki abad kreatif. Pancasila yang merupakan sumber basis sekaligus orientasi dalam membangun pendidikan nasional khususnya national building akan menjadi energy positif yang ditunjang kebangsaan yang ikut inklusif dan progresif memungkin silang budaya dimana terdapat penguasaan sains dan iptek untujk kemakmuran bangsa. Integrasi bangsa yang dilandasi aspek intangible dan diwujudkan dalam aspek tangible juga merupakan salah satu kekuatan menjawab tantangan.
Dari berbagai uraian di atas, dapatlah disimpulkan bahwa pendidikan karakter berbasis pancasila dalam rangka membangun bangsa itu sangat penting dilakukan. Kita tidak boleh membiarkan bangunan kebangsaan kita rapuh, terbelah, penuh ujaran kebencian dan berita bohong, radikalisme dan liberalism, serta kapitalistik-transaksional merajalela. Kita sebagai generasi muda harus bersatu padu mewujudkan misi kemerdekaan Indonesia yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian dabadi dan keadilan sosial.

No comments:

Post a Comment

Silahkan suarakan idemu setelah membaca tulisan di atas. terimakasih