Perubahan yang terjadi dalam suatu organisasi
merupakan salah satu bentuk dari adanya inovasi dalam bekerja. Tindakan-tindakan
dalam manajemen perubahan berpedoman pada strategi-strategi manajemen yang
telah dibuat sebelumnya. Bahkan sebelum menentukan strategi maupun tindakan
seorang perancang perubahan haruslah mengetahui tahapan-tahapan dalam manajemen
perubahan. Tidak dapat dipungkiri pula bahwa hampir semua perubahan melewati
beberapa tahapan. Setidaknya terdapat empat tahapan dalam manajemen perubahan
yaitu : 1) mengidentifikasi perubahan. Seseorang haruslah mengetahui setiap
perubahan yang akan terjadi atau yang akan dilakukan, artinya ia juga harus
mengetahui berbagai kebutuhan perubahan dan mengidentifikasi tipe perubahan. 2)
merencanakan perubahan. Diagnostik situasional tehnik, pemilihan berbagai
strategi umum, serta pertimbangan atas faktor apa saja yang menjadi pendukung
perubahan. 3) mengimpementasikan perubahan. Hasil dari identifikasi dan
perencanaan perubahan pada tahap ini direalisasikan, sehingga perlu dilakukan
pengawaasa pula. 4) mengevaluasi dan memberikan feedback. Hasil implementasi dievaluasi sehingga terkumpullah data
yang dapat digunakan untuk bahan pertimbangan tahapan-tahapan perubahan
sebelumnya di masa mendatang. Keseluruhan dari tahapan-tahapan tersebut akan
diimplementasikan melaui tindakan perubahan yang dilakukan secara terstruktur.
Beranjak dari tindakan perubahan yang berpacu pada
tahapan, tindakan perubahan juga harus berdasarkan pada strategi manajemen
perubahan. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penerapan strategi adalah
seorang perancang perubahan perlu mengidentifikasi tujuan jangka pendek dan
panjang, menganalisis berbagai strategi fungsional lebih spesifik,
memberlakukan outsourcing atas
fungsi-fungsi yang tidak relevan, mengkomunikasikan berbagai kebijkana
pemberdayaan dalam organisasi, dan mendesain berbagai apresiasi efektif dalam
organisasi. Penerapan strategi yang baik dalam suatu organisasi harus
menyesuaikan perubahan yang terjadi saat ini. Sebagaimana tahapan kedua di
atas, analisis perubahan sangat penting dilakukan untuk mengidentifikasi
berbagai kebutuhan perubahan yang diperlukan. Dalam penerapannya perancang
perubahan harus memastikan setiap perubahan sosial memerlukan strategi khusus
agar organisasi dapat diterima, kemudian ia juga harus memikirkan cara
memperoleh suatu komitmen perubahan, hingga prosedur implementasi perubahan
menggunakan kontrol manajemen yang menyeimbangkan keperluan teknis dan tingkah
laku guna mencapai tujuan yang spesifik.
Melalui analisa tahapan dan strategi atas manajemen
perubahan di atas, didapatlah lima proses tindakan manajemen perubahan untuk
mencapai tujuan. Adapaun tindakan-tindakan tersebut adalah 1) menganalisis dan
merencanakan perubahan yang akan dilakukan. Tindakan menganalisis bebagai
faktor pendukung maupun hambatan yang terjadi dalam implementasi perubahan.
Perencanaan perubahan yang didukung dengan analisis data yang baik akan
menghasilkan rencana-rencana kerja yang efektif dan efisien. Keduanya
bersinergeri dalam melancarkan proses perubahan dan menghasilkan perubahan yang
berdampak besar bagi organisasi. 2) menyalurkan perubahan melalui komunikasi.
Perubahan tidak akan terproses sebagaimana rencana atau strategi apabila tidak
dikomunikasikan dengan baik kepada setiap anggota organisasi agar mereka mampu
mengambil peran sebagaimana fungsi dan tugas mereka masing-masing. Sebagai
pemimpin, selain mengarahkan dan mengawasi pemimpin juga harus memberikan
masukan, penguatan, dan berbagai stimulus untuk mendukung kinerja anggota
sesuai dengan strategi yang telah disepakati bersama. 3) mendapat penerimaan
terhadap perubahan yang diperlukan. Perancang perubahan memerlukan penerimaan
terhadap perubahan yang akan dilakukan baik dalam tingkah laku maupun
implementasi perubahan. 4) membuat transisi awal dari kondisi semula ke situasi
baru. Proses implementasi perubahan harus melalui berbagai tahapan. Berbagai
tahapan itu menghasilkan reaksi baru dan tanggapan baru untuk sebuah
penyesuaian. 5) konsolidasi kondisi baru serta melanjutkan kembali apa yang
diperlukan dalam perubahan yang dilakukan. Konsolidasi kondisi baru artinya
pemimpin / perancang perubahan memberikan arah bagi perubahan organisasi
menjadi lebih baik serta mengidentifikasi berbagai kebutuhan untuk mendukung
perubahan yang dilakukan
Contoh kasusnya adalah ketika ada guru di sekolah
yang peserta didiknya banyak yang mendapatkan nilai di bawah rata-rata.
Menanggapi kasus tersebut, sebagai kepala sekolah harus memberikan sentuhan
perubahan kepada guru dalam mengajar maupun mengelola kelas. Perubahan dimulai
dari mensupervisi guru dilanjutkan dengan menganalisis berbagai faktor penyebab
dan solusi yang dibutuhkan untuk melakukan perubahan yang dibutuhkan.
No comments:
Post a Comment
Silahkan suarakan idemu setelah membaca tulisan di atas. terimakasih