Sunday, February 10, 2019

Manajemen Perubahan dalam Pendidikan


Perubahan yang terjadi dalam suatu organisasi merupakan salah satu bentuk dari adanya inovasi dalam bekerja. Tindakan-tindakan dalam manajemen perubahan berpedoman pada strategi-strategi manajemen yang telah dibuat sebelumnya. Bahkan sebelum menentukan strategi maupun tindakan seorang perancang perubahan haruslah mengetahui tahapan-tahapan dalam manajemen perubahan. Tidak dapat dipungkiri pula bahwa hampir semua perubahan melewati beberapa tahapan. Setidaknya terdapat empat tahapan dalam manajemen perubahan yaitu : 1) mengidentifikasi perubahan. Seseorang haruslah mengetahui setiap perubahan yang akan terjadi atau yang akan dilakukan, artinya ia juga harus mengetahui berbagai kebutuhan perubahan dan mengidentifikasi tipe perubahan. 2) merencanakan perubahan. Diagnostik situasional tehnik, pemilihan berbagai strategi umum, serta pertimbangan atas faktor apa saja yang menjadi pendukung perubahan. 3) mengimpementasikan perubahan. Hasil dari identifikasi dan perencanaan perubahan pada tahap ini direalisasikan, sehingga perlu dilakukan pengawaasa pula. 4) mengevaluasi dan memberikan feedback. Hasil implementasi dievaluasi sehingga terkumpullah data yang dapat digunakan untuk bahan pertimbangan tahapan-tahapan perubahan sebelumnya di masa mendatang. Keseluruhan dari tahapan-tahapan tersebut akan diimplementasikan melaui tindakan perubahan yang dilakukan secara terstruktur.
Beranjak dari tindakan perubahan yang berpacu pada tahapan, tindakan perubahan juga harus berdasarkan pada strategi manajemen perubahan. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penerapan strategi adalah seorang perancang perubahan perlu mengidentifikasi tujuan jangka pendek dan panjang, menganalisis berbagai strategi fungsional lebih spesifik, memberlakukan outsourcing atas fungsi-fungsi yang tidak relevan, mengkomunikasikan berbagai kebijkana pemberdayaan dalam organisasi, dan mendesain berbagai apresiasi efektif dalam organisasi. Penerapan strategi yang baik dalam suatu organisasi harus menyesuaikan perubahan yang terjadi saat ini. Sebagaimana tahapan kedua di atas, analisis perubahan sangat penting dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai kebutuhan perubahan yang diperlukan. Dalam penerapannya perancang perubahan harus memastikan setiap perubahan sosial memerlukan strategi khusus agar organisasi dapat diterima, kemudian ia juga harus memikirkan cara memperoleh suatu komitmen perubahan, hingga prosedur implementasi perubahan menggunakan kontrol manajemen yang menyeimbangkan keperluan teknis dan tingkah laku guna mencapai tujuan yang spesifik.
Melalui analisa tahapan dan strategi atas manajemen perubahan di atas, didapatlah lima proses tindakan manajemen perubahan untuk mencapai tujuan. Adapaun tindakan-tindakan tersebut adalah 1) menganalisis dan merencanakan perubahan yang akan dilakukan. Tindakan menganalisis bebagai faktor pendukung maupun hambatan yang terjadi dalam implementasi perubahan. Perencanaan perubahan yang didukung dengan analisis data yang baik akan menghasilkan rencana-rencana kerja yang efektif dan efisien. Keduanya bersinergeri dalam melancarkan proses perubahan dan menghasilkan perubahan yang berdampak besar bagi organisasi. 2) menyalurkan perubahan melalui komunikasi. Perubahan tidak akan terproses sebagaimana rencana atau strategi apabila tidak dikomunikasikan dengan baik kepada setiap anggota organisasi agar mereka mampu mengambil peran sebagaimana fungsi dan tugas mereka masing-masing. Sebagai pemimpin, selain mengarahkan dan mengawasi pemimpin juga harus memberikan masukan, penguatan, dan berbagai stimulus untuk mendukung kinerja anggota sesuai dengan strategi yang telah disepakati bersama. 3) mendapat penerimaan terhadap perubahan yang diperlukan. Perancang perubahan memerlukan penerimaan terhadap perubahan yang akan dilakukan baik dalam tingkah laku maupun implementasi perubahan. 4) membuat transisi awal dari kondisi semula ke situasi baru. Proses implementasi perubahan harus melalui berbagai tahapan. Berbagai tahapan itu menghasilkan reaksi baru dan tanggapan baru untuk sebuah penyesuaian. 5) konsolidasi kondisi baru serta melanjutkan kembali apa yang diperlukan dalam perubahan yang dilakukan. Konsolidasi kondisi baru artinya pemimpin / perancang perubahan memberikan arah bagi perubahan organisasi menjadi lebih baik serta mengidentifikasi berbagai kebutuhan untuk mendukung perubahan yang dilakukan
Contoh kasusnya adalah ketika ada guru di sekolah yang peserta didiknya banyak yang mendapatkan nilai di bawah rata-rata. Menanggapi kasus tersebut, sebagai kepala sekolah harus memberikan sentuhan perubahan kepada guru dalam mengajar maupun mengelola kelas. Perubahan dimulai dari mensupervisi guru dilanjutkan dengan menganalisis berbagai faktor penyebab dan solusi yang dibutuhkan untuk melakukan perubahan yang dibutuhkan.

No comments:

Post a Comment

Silahkan suarakan idemu setelah membaca tulisan di atas. terimakasih