Parenting Dalam Pendidikan Anak
Erviana
Universitas Negeri Malang
E-mail: jasminerviana@gmail.com
Abstrak: Setiap orangtua mendambakan memiliki anak yang pintar,
berprestasi, dan berakhlak mulia. Keinginan setiap orangtua tersebut diimplementasikan
melalui aspirasi dan partisipasi. Pendidikan selain merupakan kebutuhan primer
bagi anak yang harus dipenuhi setiap orangtua, pendidikan juga merupakan sarana
bagi anak dalam menggali dan mengembangkan potensi yang dimiliki anak. Pada proses
tersebut peran orangtua terutama dalam lingkungan keluarga sangat penting dalam
mendidik dan membimbing anak dalam rangka mencapai keberhasilan anak.
Kata kunci: pendidikan anak, lingkungan keluarga, aspirasi dan
partisipasi orangtua, peran orangtua
Pendidikan
memiliki pengaruh yang sangat besar dalam membentuk kepribadian anak menjadi
individu yang berhasil dalam rangka mencapai cita-cita maupun memenuhi harapan
atau keinginan setiap orangtua. Namun, banyak orangtua yang sekadar memberikan
pendidikan secara formal melalui lembaga pendidikan tanpa memerhatikan
kebutuhan pendidikan anak dalam lingkungan keluarga, sehingga banyak anak
berprestasi dalam bidang akademik namun akhlaknya tidak cukup baik, bahkan ada
beberapa anak yang tidak pandai dalam bidang akademik dan tidak pula berakhlak
mulia. Hal tersebut tentu saja tidak dapat dibiarkan, mengingat peran orangtua
adalah memberikan pendidikan terhadap anak secara seimbang antara ilmu dan
akhlak agar anak dapat menggali dan mengembangkan potensi yang dimiliki secara
optimal.
BAHASAN
Anak adalah
investasi masa depan orangtua, sehingga anak harus memiliki kompetensi dan
kepribadian yang baik. Orangtua yang baik tentu akan mengusahakan segala
keperluan anak dalam rangka memberikan bantuan terhadap anak untuk
mengembangkan potensinya semaksimal mungkin agar menjadi manusia yang
bertanggung jawab (Idris,1998:10).
Pendidikan
menjadi hal utama yang dirasa mampu menjadikan anak berhasil memenuhi keinginan
orangtua atau cita-cita anak. Pendidikan anak dimulai dari pendidikan keluarga
yang dilakukan oleh orangtua. Pendidikan yang diberikan orangtua pada anak
menurut Mulyono (2003:15) terdiri dari
empat unsur utama, yaitu penjelasan terhadap fitrah, penumbuhan potensi dan
menyimpan seluruhnya, pengarahan fitrah dan potensi tersebut untuk kebaikan,
dan kesehatan yang sesuai dengannya dan penataan dalam amaliah pendidikan. Dari
uraian tersebut diperkuat dengan pendapat Sina (1978:35) bahwa pada diri anak
harus ditanamkan nilai-nilai yang baik karena anak sejak lahir telah membawa
potensi dan bakat yang harus diarahkan kepada hal-hal baik.
Comenius
(1592-1670) adalah seorang ahli didaktik terkenal mengemukakan betapa
pentingnya pendidikan keluarga bagi anak-anak. Perkembangan anak yang sekalipun
dilahirkan secara normal dan memiliki potensi bawaan yang bagus, seandainya
dalam pertumbuhan dan perekembangannya anak tersebut tidak memiliki hambatan,
tetap saja anak masih memerlukan berbagai persyaratan tertentu serta
pemeliharaan yang berkesinambungan agar dapat menjadi utuh atau berhasil
mencapai tujuan. Persyaratan dan pemeliharaan tersebut secara utama merupakan
kewajiban orangtua dalam mendukung pendidikan anak untuk berhasil. Dukungan
tersebut sekaligus menjadi cerminan dari keinginan orangtua atas keberhasilan
anak.
![]() |
| sumber : Google.com |
Beriringan
dengan pola asuh di atas, langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh orangtua
dalam peranannya terhadap pendidikan anak, yaitu (1) orangtua sebagai panutan,
(2) orangtua sebagai motivator anak, (2) orangtua sebagai cermin utama anak,
(3) orangtua sebagai fasilitator anak. Adanya variasi peran orangtua akan
memberikan dampak positif terhadap perkembangan anak. Dampak positif tersebut
akan menjadikan kepribadian anak menjadi lebih baik, sehingga dapat dijadikan
sebagai modal meraih keberhasilan dalam prestasi belajar atau proses
pendidikan. Adanya komunikasi yang baik antara orangtua dan anak, timbul saling
pengertian, dan adanya keharmonisan dalam keluarga merupakan manfaat dari
keseriusan orangtua membangun ‘image’ atau
peran dalam mendidik anak.
PENUTUP
Simpulan
Anak adalah
investasi masa depan orangtua, sehingga anak harus memiliki kompetensi dan
kepribadian yang baik. Usaha untuk menjadikan anak berkompetensi dan
berkepribadian baik dilakukan orangtua melalui pendidikan. Pendidikan yang
diberikan oleh orangtua bagi anak dapat dikatakan harus mencakup seluruh aspek
kemanusiaan, baik segi kejiwaan, fisik, intelektual, dan sosial. Pendidikan tidak
boleh hanya menekankan pada satu segi saja kemudian mengabaikan aspek yang
lain. Berbagai potensi dan kecenderungan fitrah perlu dikembangkan secara
seimbang antara proses dan hasil menuju kondisi lebih baik. Hal tersebut
merupakan hasil dari perwujudan aspirasi dan partisipasi orangtua dalam rangka
mengimplementasikan keinginan orangtua terhadap pendidikan anak.
Orangtua dalam
pendidikan anak tidak semata-mata hanya memberikan instruksi ataupun contoh.
Orangtua memiliki peran besar dalam perkembangan anak dan pendidikan anak.
Peran orangtua tersebut antara lain orangtua sebagai motivator, orangtua
sebagai panutan, orangtua sebagai cermin utama anak, dan orangtua sebagai
fasilitator.
Saran
Pertumbuhan dan
perkembangan anak sangat dipengaruhi oleh pendidikan pertama yaitu pendidikan
dalam lingkungan keluarga, sehingga perlu dikombinasikan antara aspirasi
positif orangtua dengan pola asuh otoritatif agar keharmonisan hubungan
orangtua dengan anak dapat tercapai dan anak dapat mengembangkan bakat atau
potensinya secara optimal karena adanya dukungan orangtua. Dukungan setiap
orangtua memang berbeda-beda, namun setiap orangtua memiliki latar belakang
keinginan yang sama terhadap pendidikan anaknya yaitu keinginan agar anak mendapatkan
pendidikan dan sukses pada masa mendatang. Peran orangtua begitu banyak dalam
mendampingi proses belajar anak, sehingga pengetahuan orangtua juga harus
ditingkatkan. Pengetahuan orangtua yang didapat dari berbagai sumber akan
memudahkan orangtua mengatasi permasalahan pendidikan anak terutama cara
mengimplementasikan keinginan orangtua terhadap pendidikan anak secara tepat.
DAFTAR RUJUKAN
Hurlock, Elizabeth B. 1999. Perkembangan Anak. Jilid 2. Jakarta: Erlangga.
Sina, Ibnu. Majalah
Santunan. 1978. No. 24. Hlm. 35.
Idris, Zahar.
1998. Dasar-Dasar Pendidikan.
Bandung: Angkasa Raya.
Mulyono,
Abdurrahman. 2003. Pendidikan Bagi Anak
Berkesulitan Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-faktor Yang
Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.

No comments:
Post a Comment
Silahkan suarakan idemu setelah membaca tulisan di atas. terimakasih