Thursday, January 24, 2019

Mengambil Peran dalam mewujudkan Indonesia Bersih


MEMBUAT INDONESIA BERSIH DENGAN TANGAN KREATIF

Erviana
Universitas Negeri Malang


Keindahan, kekayaan, dan keberagaman sumber daya alam di Indonesia sudah tidak diragukan lagi kebenarannya. Letak geografis yang strategis menunjukkan betapa kaya Indonesia akan sumber daya alam dengan segala flora, fauna dan potensi hidrografis dan deposit sumber alamnya yang melimpah. Sumber daya alam Indonesia berasal dari pertanian, kehutanan, kelautan dan perikanan, peternakan, perkebunan serta pertambangan dan energi. Tak heran bila ada ungkapan “Gemah Ripah Loh Jinawi ” yang menggambarkan bumi Indonesia yang tenteram dan makmur serta sangat subur tanahnya.
Sebagai orang Indonesia tentu kita bangga bisa hidup di negara yang memiliki sedemikian banyak potensi alam yang bisa dimanfaatkan untuk kehidupan. Merawat dan melestarikan lingkungan tentu sudah menjadi kewajiban kita bersama agar tidak hanya kita, namun generasi masa mendatang juga dapat menikmati nikmat Tuhan yang diturunkan di tanah Indonesia.
Terkait hal tersebut, kita perlu merenungkan riset Jenna R Jambeck dan kawan-kawan (publikasi di www.sciencemag.org 12 Februari 2015) yang menyebutkan Indonesia berada di posisi kedua penyumbang sampah plastik ke laut setelah Tiongkok, disusul Filipina, Vietnam, dan Sri Lanka. Hal tersebut didukung dengan adanya data dari KLHK (publikasi www.cnnindonesia.com Selasa, 23/02/2016 07:01 WIB) yang menyebut plastik hasil dari 100 toko atau anggota Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) dalam waktu satu tahun saja, sudah mencapai 10,95 juta lembar sampah kantong plastik. Jumlah itu ternyata setara dengan luasan 65,7 hektare kantong plastik atau sekitar 60 kali luas lapangan sepak bola. Padahal, KLHK menargetkan pengurangan sampah plastik lebih dari 1,9 juta ton hingga 2019. Dirjen Pengelolan Sampah, Limbah, dan B3 KLHK Tuti Hendrawati Mintarsih menyebut total jumlah sampah Indonesia di 2019 akan mencapai 68 juta ton, dan sampah plastik diperkirakan akan mencapai 9,52 juta ton atau 14 persen dari total sampah yang ada. Menurutnya, target pengurangan timbunan sampah secara keseluruhan sampai dengan 2019 adalah 25 persen, sedangkan 75 persen penanganan sampahnya dengan cara 'composting' dan daur ulang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).