MEMBUAT
INDONESIA BERSIH DENGAN TANGAN KREATIF
Erviana
Universitas
Negeri Malang
Keindahan,
kekayaan, dan keberagaman sumber daya alam di Indonesia sudah tidak diragukan lagi
kebenarannya. Letak geografis yang strategis menunjukkan betapa kaya Indonesia
akan sumber daya alam dengan segala flora, fauna dan potensi hidrografis dan
deposit sumber alamnya yang melimpah. Sumber daya alam Indonesia berasal dari
pertanian, kehutanan, kelautan dan perikanan, peternakan, perkebunan serta
pertambangan dan energi. Tak heran bila ada ungkapan “Gemah Ripah Loh Jinawi ” yang menggambarkan bumi Indonesia yang tenteram
dan makmur serta sangat subur tanahnya.
Sebagai
orang Indonesia tentu kita bangga bisa hidup di negara yang memiliki sedemikian
banyak potensi alam yang bisa dimanfaatkan untuk kehidupan. Merawat dan
melestarikan lingkungan tentu sudah menjadi kewajiban kita bersama agar tidak
hanya kita, namun generasi masa mendatang juga dapat menikmati nikmat Tuhan
yang diturunkan di tanah Indonesia.
Terkait hal tersebut, kita perlu merenungkan
riset Jenna R Jambeck dan kawan-kawan (publikasi di www.sciencemag.org 12
Februari 2015) yang menyebutkan Indonesia berada di posisi kedua penyumbang
sampah plastik ke laut setelah Tiongkok, disusul Filipina, Vietnam, dan Sri
Lanka. Hal tersebut didukung
dengan adanya data dari KLHK (publikasi www.cnnindonesia.com Selasa, 23/02/2016 07:01 WIB) yang menyebut plastik hasil dari 100 toko atau anggota
Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) dalam waktu satu tahun saja, sudah
mencapai 10,95 juta lembar sampah kantong plastik. Jumlah
itu ternyata setara dengan luasan 65,7 hektare kantong plastik atau sekitar 60
kali luas lapangan sepak bola. Padahal, KLHK menargetkan pengurangan sampah plastik
lebih dari 1,9 juta ton hingga 2019. Dirjen
Pengelolan Sampah, Limbah, dan B3 KLHK Tuti Hendrawati Mintarsih menyebut total
jumlah sampah Indonesia di 2019 akan mencapai 68 juta ton, dan sampah plastik
diperkirakan akan mencapai 9,52 juta ton atau 14 persen dari total sampah yang
ada. Menurutnya, target pengurangan
timbunan sampah secara keseluruhan sampai dengan 2019 adalah 25 persen,
sedangkan 75 persen penanganan sampahnya dengan cara 'composting' dan daur
ulang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).