Seminar Nasional “Pendidikan
Berwawasan Kebangsaan Pada Era Industri 4.0: Tinjauan Kesejarahan, Kekinian,
dan Masa Depan.”
Seminar
yang dinarasumberi oleh Prof.Dr.Hariyono,M.Pd, selaku Plt Kepala Badan
Pembinaan Idiologi Pancasila serta Rektor UINSA yaitu Prof.Masdar Hilmy,M.A.,Ph.D.
ini sangat menarik dan sangat bermanfaat sekali bagi generasi milenial dalam
menghadapi era industri 4.0. Dijelaskan bahwa dalam era ini, generasi muda
haruslah mempunyai karakter pancasila dalam berkehidupan berbangsa dan
bernegara. Pancasila secara etimologi merupakan suatu landasan dalam semua
bidang terutama pendidikan. Pendidikan pancasila hakikatnya adalah membentuk
karakter bangsa sesuai dengan kelima sila pancasila. Sebagai generasi milenial,
generasi z, dan generasi penerus bangsa, mahasiswa saat ini perlu berhati-hati
dalam menyikapi berbagai bentuk pengaruh ideology dari luar negeri. Indonesia
yang telah merdeka sejak 1945, telah menjadikan pancasila sebagai suatu ideology
nasional yang benar-benar besar sekali pengaruhnya jika diterapkan dengan
sungguh-sungguh.
![]() |
| sumber: google.com |
Dalam
revolusi industri 4.0 ini, mahasiswa harus tanggap mengambil peluang dan berani
mengambil tantangan untuk bisa bergerak lebih maju. Sebagai generasi milenial
yang diimbangi dengan berbagai kecanggihan teknologi seperti saat ini,
mahasiswa harus bisa menciptakan berbagai inovasi guna menunjang kesejahteraan.
Dalam era ini, mahasiswa dituntut untuk aktif bertindak mengambil bagian dari
hingar binger keluwesan pertukaran informasi dan kecanggihan berbagai teknologi
yang semakin hari semakin mencengangkan. Pada era yang super cepat dan canggih
seperti sekarang, sering menimbulkan ketakutan bagi beberapa pihak, bahwa suatu
hari nanti banyak pekerjaan manusia yang akhirnya digantikan oleh mesin atau robot. Dalam menyikapi hal ini, kita
tidak bisa hanya ‘pasrah’ dan menyerah atau mengikuti arus. Mahasiswa yang
cerdas dan berkarakter pancasila diharapkan dapat berperan serta menjadi contributor
membanggakan yang bisa mengharumkan nama negara melalui berbagai bakat yang
terolah menjadi prestasi.
